Hai, Awe, Terima Kasih!

PicsArt_09-19-11.05.36

Aku nulis ini terinspirasi dari beberapa penulis favorit aku yang sependapat.

Beberapa minggu lalu aku baca buku Rentang Kisah yang ditulis oleh Gita Savitri Devi. Disitu ada bagian Gita berterima kasih kepada dirinya sendiri karena sudah melalui banyak hal bersama.

Aku jadi berpikir bahwa benar juga, kita sering berterima kasih kepada Allah, keluarga, sahabat, orang terspesial, tapi lupa berterima kasih pada diri sendiri. Untuk itu, karena aku beberapa hari ini sering melewati masa – masa sulit yang hanya ditemani oleh diriku sendiri, i want to thank myself:3

.

Aku masih sering terharu bahwa aku adalah bungsu paling idola ketimbang saudara sekandungku yang lain. Dari keluarga yang broken home, bukan berarti itu adalah hambatan untuk aku menjadi seperti anak – anak seusiaku yang lain-bahkan bisa lebih. Sejauh ini, kisah hidupku tidak se menakjubkan yang orang lain kira. Tapi ternyata aku sanggup dan bisa melewati itu sampai di usiaku yang 18!

Sejak masa sekolah dimulai, banyak hal yang sudah dilalui. Dan dicap sebagai anak pembuat onar di SD sampai menjadi murid aktif di tingkat SMA.

.

Awe, Terima kasih karena sudah tidak membiarkan dirimu larut dalam pandangan orang lain. Terima kasih untuk segala upaya yang harus menopang mimpimu. Terima kasih sudah memacu langkah lebih jauh daripada yang banyak orang lain kira. Terima kasih sudah percaya kemampuanmu sehingga langkah tak terhenti. Terima kasih sudah memiliki pikiran keras kepala karena dengan itu kamu tetap pada pendirianmu. Terima kasih sudah menemani ketika kesedihan berlarut sepanjang malam. Terima kasih sudah selalu percaya bahwa kamu akan menjadi bisa jika kamu mau mencoba. Terima kasih tidak merelakan dirimu terkunci dan terjebak dalam bingkai orang lain. Terima kasih karena sudah tetap berjalan memakai sepatumu sendiri, sepatu kita. Dan, Terimakasih sudah tumbuh tangguh bersama :’)

.

Lalu, sudahkah berterima kasih pada dirimu sendiri?

-Teresa, awe’s inspiration

Iklan

Sukses itu..

Morning!

Sebenernya aku udah mikir buat nulis ini sejak lama, tbh dari mulai awal masuk kerja.

Aku ngerti kok, sukses menurut orang itu beda-beda. Ada yang menurut mereka sukses itu kalau hidup itu udah mapan, punya mobil mewah, motor, rumah besar, ijazah sarjana dari negri orang. Ada juga, yang menurut mereka sukses itu meskipun hidup sederhana dan serba cukup, tapi punya keluarga yang harmonis. Pokonya presepsi orang tentang sukses itu pasti beda-beda.

Nah, aku cuman ngasih tau aja. Kalau aku kerja di suatu bidang yang nggak terlalu aku suka sih. Jadi disini, menurut aku sukses itu adalah kerja sesuai dengan hobi kita sendiri, jadi kita ngelakuinnya juga seneng banget, rasanya gaada beban gitulah. Jadi kita bisa lebih gampang ngembangin passion kita. Kadang aku juga mikir, kalau kita kerja ikut orang kebanyakan selalu mulai dari jam 8 selesai kurang lebihnya jam 5 sore. Dengan gaji UMK yang kurang lebih perharinya kita dapet sekitar seratus ribu.

Itu kerja atau dikerjain?you-create-your-own-opportunities-opportunities-success-quote-taolife

eh. Canda ding hehe

Pesanku disini, jangan pernah puas dengan hasil yang udah kamu dapet hari ini, sedang diluar sana masih banyak orang yang pengalamannya diatas kita. Bersyukur harus, tapi apa salahnya juga usaha keras?

Hasil itu awalnya dari usaha, kalau usaha kita selama ini segini-segini aja tapi kita minta hasil yg lebih? Impossible

Jadi..

Sukses menurut kalian itu yang gimana sih?

-awe