Hel-o

Udah lama ya, blog ini terbengkalai. Kayanya sih uda bulukan, berdebu dan gaada yang mau baca lagi hihi. Sekedar mau say hel-o ajasih ya, blog ini bakal hidup lagi, tapi kayanya bakal jadi secret-diary ku *eh secret?

Tapi, gasemuanya tentang apa yang ada di sehari hariku sih ya, share pengalaman juga, artikel penting yang kayanya bisa bermanfaat bagi orang lain juga hehe.

nah, aku mau taumar quotnya ke kalian boleh gasih? Gini ya, pernah ga kalian punya masalah sama temen? Gausa jawab deh, ntar aku malah banyak tanya kaya wartawan wkwk. gini aja, aku yang cerita, jadi sekarang ini aku lagi punya masalah sama temen..mm..jauh sih, ga deket banget tapi kayanya dia yang kritis banget sama aku *pret*. Selebihnya, daridulu aku udah minta maaf, aku udah ngakuin kalau aku emang salah. tapi ya gatau kenapa dia selalu nyindir lewat sosmed. oh god hel-o ini masih jamannya ya nyidir di sosmed? Akusih cuman diem aja, ngerasa kok dia nyindir aku, tapi ya kalau akunya tanggepin ntar malah jadi panjang kan? Kalau kamu ada di posisi aku nih, guys, apa yang bakal kalian lakuin?

Sebenernya masalahnya cuman salah paham aja, semacam adu domba gitulah. Tapi, kayanya bagi dia masalahnya lebih dari itu. Kalau temen seperjuanganku bilang sih, pasang wajah tanpa dosa ajalah a.k.a watados haha. Bukan sini maksud muka dua sihya, tapi kita bisa apa kalau udah di posisi kaya gini? Mau baikin dia juga percuma malah dibilang muka dua, mau benci dia? Elah sepenting itu ya jaman sekarang benci-bencian? Mau jelek-jelekin dia dibelakang juga buat apa? Gini ya, aku simpel aja. Punya muka satu aja udah ribet, gimana bisa sih kita pasang dua muka?

Inget aja kata Ali bin Abi Thalib, “Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak mempercayai itu.”

Oke guys, kalau kalian punya masalah yang sejenis kaya aku gini, cukup be your self ajalah ya. Gausa peduliin kata dia, serah aja dia mau ngapain haha.

sekali lagi, hel-o yaa, maaf baru pertama kenal udah cerita panjang lebar kali tinggi(?) hehey

with love yea,

awe

Iklan

EMUDELAS Lestarikan Budaya Bahasa Suroboyoan

img_24001


BERITANUSA – Salah Satu kota di Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil seniman budaya. Namun, banyak Seniman Kota Pahlawan memilih eksis dan berdomisili di Ibukota Jakarta. Seiring, sudah banyak Seniman daerah hijrah ke kota Betawi, beberapa budaya asli Suroboyoan seakan “jalan di tempat”.

Beruntung di tengah rasa galau, muncul bibit generasi penerus budaya Jawa khususnya Kota Surabaya, yakni Ludruk. Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 18 Surabaya yang notebene Sekolah baru berhasil mengembangkan talenta dan bakat Siswa-siswi di bidang Kebudayaan. Sebanyak 4 Murid Sekolah berbranding mencetak entreprenur muda membentuk kelompok bernama Emudelas.

Eschool Muhammadiyah Delapan Belas adalah kelompok ludruk jawa dengan menggunakan bahasa Suroboyoan saat Parikan. Dalam penampilan di Kapas Krampung Plasa, ke empat personil yaitu Ayu Wulan Pratiwi (kelas VII), Shandy Hermawan (kelas VII), Aldi (kelas IX), dan Hikam (kelas VII) sangat atraktif. Mereka sangat kuat di parikan Jawa  yang dikemas dengan bernyanyi. Ketika diatas panggung, dua personil sedang “bermain ” parikan, satu personil pantonim yang melengkapi ludruk modern.

Wakasek Kesiswaan Eschool, Ari Sutikto menyatakan Emudelas sebagai upaya untuk melestarikan bahasa Suroboyoan. “Selain Budaya Ludruk, Bahasa Suroboyoan yang penting. Dengan menggunakan bahasa Suroboyoan bisa menjadi identitas Kita,” tutur Pria yang akrab disapa Ustad Ari.

Selama bulan Suci Ramadhan 1433 H, Emudelas ‘ketiban’ sampur. Meski tergolong baru, Emudelas bisa eksis dalam mengeksplore kemampuan. Terbukti, dalam satu hari Emudelas mendapat undangan show yang mayoritas berlangsung di berbagai Mall maupun Plasa di Kota Surabaya. (Rhino G)

Sumber : http://beritanusa.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5355&catid=31&Itemid=46